Berasal dari seri novel Balada Si Roy karya Gol A Gong yang mengisi awal 90-an, apakah karakter Roy masih relevan di masa kini? Jawabannya "ya" dan "tidak". Semangat anti-stagnasi yang melatari pemberontakan pada kemapanan sistem, keengganan tunduk pada kekangan, jelas masih mewakili wajah anak muda sekarang. Tapi tidak dengan hypermasculinity miliknya, yang memang terkesan "sangat kemarin".